Di era yang semakin modern ini banyak hal yang telah mengubah kebiasaan cara berkomunikasi antara anak gadis dan ibu. Alih-alih dengan alasan bahwa sama-sama memiliki kesibukan akhirnya komunikasi seringkali terjalin hanya melalui gadget.
![]() |
| Komunikasi tak selalu terjawab dengan teknologi Image by unsplash |
Memang benar tujuan diciptakannya berbagai penemuan baru dibidang teknologi adalah untuk mempermudah dan mempercepat komunikasi antar sesama, tetapi khusus untuk hubungan intern suatu keluarga pembiasaan berkomunikasi hanya melalui gadget dirasa sangat kurang bijak. Hal tersebut dikarenakan banyak hal-hal yang perlu dibicarakan dengan cara bertatap muka sehingga kedekatan secara emosional dan fisik dapat dirasakan agar dapat terjalin hubungan keluarga yang harmonis dan jauh dari kesalahpahaman berkomunikasi.
Dalam kondisi seperti itu yang telah membudaya di dalam masyarakat, ibu semestinya memiliki kepekaan dan juga langkah yang cepat dan tepat agar kesenjangan hubungan dengan anak gadisnya dapat diantisipasi. Karena bagaimanapun juga di masa-masa itu anak gadis memerlukan sosok pendamping yang dapat menggandeng dan merangkulnya dalam melewati berbagai problem perdana yang dialami dalam hidupnya, bisa permasalahan dalam hal pergaulan, percintaan, ataupun studynya.
![]() |
| Seusianya dia perlu adanya sandaran dan pelita Image by unsplash |
Buat kesepakatan pribadi dengan anak gadis tentang waktu yang dirasa nyaman untuk berbagi cerita yang telah dialaminya. Carilah tempat yang dapat mendukung suasana yang mampu menyamankan si anak gadis bercerita dari hati ke hati. Karena bagi si anak gadis berbicara tentang dirinya perlu kekhususan karena masih ingin selalu nampak sempurna di mata orang lain dalam menjalankan perjalanan hidupnya.
Bahwasanya memperlakukan anak laki-laki dan anak perempuan yang mulai beranjak dewasa memiliki cara yang berbeda. Dengan anak gadis seorang ibu perlu lebih jeli untuk berbicara dan bersikap dengan perasaan.
Boleh saja memberikan kebebasan kepada anak gadis untuk mengeksplor dirinya dengan lingkungan luar, akan tetapi sinyal-sinyal untuk memberitahukan kepada si anak gadis bahwa tempat yang paling nyaman dan tempat untuk berbagi rasa dan cerita sebelum dia memiliki pasangan hidup yang sangat menyanyangi dan menghargainya adalah hanya dengan keluarga menghargainya.
Dengan pembiasaan yang seperti itu secara otomatis dan tidak disadari menanamkan rasa pada si anak gadis bahwa hidupnya sangat berharga dan penuh dengan kasih sayang. Sehingga si gadis akan lebih menghargai dirinya sendiri maupun orang lain. Dia lebih mampu bertanggung jawab untuk menjaga dirinya sendiri dari berbagai kemungkinan berbagai macam pergaulan diluar sana.
Kemudian jika anak gadis telah merasa bawah hidupnya sangat berharga suatu saat nanti jika telah sampai saatnya dia membentuk suatu keluarga, dia akan lebih mampu berempati dan perhatian dengan keluarganya sendiri, karena dari ibunya dia mendapatkan banyak gambaran bagaimana seharusnya menyikapi keadaan. Dan pada akhirnya dia mampu memahami dan menjalani hak dan kewajibanya dengan tepat.
Bahwasanya memperlakukan anak laki-laki dan anak perempuan yang mulai beranjak dewasa memiliki cara yang berbeda. Dengan anak gadis seorang ibu perlu lebih jeli untuk berbicara dan bersikap dengan perasaan.
Boleh saja memberikan kebebasan kepada anak gadis untuk mengeksplor dirinya dengan lingkungan luar, akan tetapi sinyal-sinyal untuk memberitahukan kepada si anak gadis bahwa tempat yang paling nyaman dan tempat untuk berbagi rasa dan cerita sebelum dia memiliki pasangan hidup yang sangat menyanyangi dan menghargainya adalah hanya dengan keluarga menghargainya.
Dengan pembiasaan yang seperti itu secara otomatis dan tidak disadari menanamkan rasa pada si anak gadis bahwa hidupnya sangat berharga dan penuh dengan kasih sayang. Sehingga si gadis akan lebih menghargai dirinya sendiri maupun orang lain. Dia lebih mampu bertanggung jawab untuk menjaga dirinya sendiri dari berbagai kemungkinan berbagai macam pergaulan diluar sana.
![]() |
| Hanya ibu yang mampu menjadikanya wanita yang seharusnya Image by unsplash |



Comments
Post a Comment