Menjadi dewasa kata orang adalah pilihan.
Memang benar adanya seberapa banyak jumlah umur yang kita kantongi, tidak akan bisa menjamin seberapa mampu kita menjadi dewasa.
Memang menjadi dewasa kadang nampak melelahkan karena seakan - akan berupaya untuk meminimalisir segala kekurangan dan keburukan dalam hidup.
Namun disisi lain pilihan menjadi dewasa dapat membuat kita menjadi lebih tentram karena segalanya lebih tertata, hati - hati, dan tidak buru - buru.
Permasalahan hidup kita setelah ini tidak ada yang tahu karena hal tersebut adalah rahasia Ilahi. Tetapi kita diharapkan selalu optimis, positif thinking, iklas, dan sabar dengan segala ketentuanNya dimasa yang akan datang.
Jika memang seperti itu, pilihan menjadi dewasa adalah hal yang lebih tepat sehingga kita tidak selalu merasa takut dan galau akan permasalahan dalam hidup kita.
Banyak kok yang sudah berumur banyak tapi belum juga dapat dewasa.
Ya banyak faktor yang melatarbelakangi ... akan tetapi jika niat sudah mampu dibulatkan untuk diterapkan pastilah akan tetap bisa direalisasikan, semua tergantung kehendak hati masing - masing pribadi.
![]() |
| www.unsplash.com |
Untuk yang sudah berumur tetapi belum juga menjadi dewasa, mulailah berupaya dari kini.
Bagaimanapun roda hidup harus berputar.
Yang muda akan menjadi tua ... Yang tua akan digantikan oleh yang muda.
Lalu jika saat ini posisi kita telah menjadi orang tua akan tetapi merasa sering tidak dewasa maka mulailah sejak kini untuk mengupayakan hal tersebut.
Jangan terlalu memenuhi ego dan keinginan dunia semata, bahwa hidup ini berputar...
Posisikan diri kita seharusnya dimana umur yang telah kita pijak saat ini.
Mereka yang lahir dibawah kita butuh kita sebagai pedoman hidupnya.
Jika orang tua tidak mampu menjadi pedoman hidup hanya bisa dan inginnya menjadi teman hidup saja, lalu kemanakah yang muda mencari panutan untuk bekal hidupnya kelak.
Belajar dewasa tidak akan selesai waktunya.
Karena dewasa ada ukurannya ditiap tingkatan umur yang ada.

Comments
Post a Comment