Fenomena yang saya lihat bagaikan kehausan manusia dalam mencari pegangan hidupnya. Padahal pegangan hidup yang terbaik tidak pernah pergi kemana - mana, tetap berada disekitarnya sejak dulu tetapi kini mungkin tertutup tirai bercorak ragam ambisi pribadi - pribadi yang bertumpuk menjadi satu.
Ruang - ruang yang dibutuhkan untuk menghirup energi bumi yang suci dan berisi kejernihan pikiran dan hati sudah dikuasai manusia - manusia yang membangun impian dunianya dengan kerakusan hatinya.
Hidup mereka bukan untuk pengabdian pada Tuhan, sudah berbelok arah menjadi mengabdi pada segala yang membuat mereka puas dan bahagia saat itu juga.
Kemanusiaan dan keadilan sudah tidak menjadi prioritas dalam lintasan jalan mereka, keuntungan .... kemenangan .... dan harga diri adalah keagungan yang tertinggi.
Hukum formal seakan - akan harga mati untuk penyelesaian masalah, lalu memandang musyawarah yang begitu padat nilai leluhur yang luhur dianggap ketinggalan jaman. Meski mereka mengucap melesarikan budaya adalah kewajiban tetapi saat penerapan dalam hidup justru mereka lebih memilih mengabdopsi hukum luar... entah mereka lalai atau khilaf...
Beginilah jika manusia gersang akan pegangan ...


Comments
Post a Comment